Badan Mudah Capek Dapat Memicu Penyakit ini

Badan Mudah Capek | Secara umum, sebagian besar kasus kelelahan disebabkan oleh tiga hal yakni faktor gaya hidup, masalah psikologis atau kondisi medis. Tetapi, kelelahan juga bisa menjadi tanda dari gejala suatu penyakit. Kelelahan tidak sama dengan kantuk, meskipun pada umumnya lelah sering disertai keinginan untuk tidur dan kurangnya motivasi untuk melakukan aktivitas.

Ada 4 (empat) gangguan kesehatan paling umum yang dapat membuat tubuh Anda menjadi gampang lelah, seperti dikutip HealthMad berikut ini. Tetapi dengan beberapa perubahan gaya hidup yang sederhana, Anda sesungguhnya bisa mendapatkan kembali kekuatan dan semangat untuk melakukan kegiatan sehari-hari:

1. Kurang vitamin B12

Vitamin B12 memiliki peran vital dalam menjaga aktivitas sel-sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dalam darah. Rendahnya tingkat vitamin B12 membuat tubuh lemas dan tak bertenaga. Kondisi ini tak jarang memicu sakit perut atau mulas. Jika dibiarkan terlalu lama, hal ini dapat menyebabkan kesemutan di tangan dan kaki, gangguan keseimbangan, memori dan kebingungan.

Cara mengatasi: Vitamin B12 banyak tersedia di protein hewani, seperti susu sapi, telur, daging dan ikan. Untuk para vegetarian, jangan takut tidak mendapatkan asupan B12, Anda bisa mendapatkannya dari susu kedelai.

2. Depresi

Kelelahan adalah salah satu tanda Anda mengalami depresi. Sekitar 12 juta orang dewasa di seluruh dunia menderita depresi. Pada wanita, risiko depresi bisa lebih tinggi sebesar 20 persen dibandingkan pria.

Cara mengatasi: Kathleen Franco, MD, profesor kedokteran dan psikiatri dari Cleveland Clinic Lerner College of Medicine, Ohio AS, meyakini bahwa diet dan suplemen, bersama dengan obat dan psikoterapi, memiliki peran dalam pengobatan depresi.

“Disarankan bahwa orang makan makanan yang sehat buah-buahan dan sayuran dengan antioksidan; omega-3 asam lemak yang ditemukan dalam ikan salmon, tuna, dan beberapa ikan lainnya, dan semua yang mencakup vitamin B,” kata Dr Franco.

3. Kurang cairan

Dehidrasi dapat menghambat kerja organ di seluruh tubuh manusia. Akibatnya, sisa energi dalam tubuh menurun dan mempengaruhi kinerja organ. Kondisi ini menyebabkan tubuh menjadi lemah.

Cara mengatasi: Cukupi asupan cairan tubuh. Anda dapat menyediakan mereka dengan minum delapan gelas air sehari, makan sayur dan buah yang tinggi kandungan air dan serat. Karya Serat mengikat cairan sehingga asupan air lebih lama dalam tubuh.

Rencanakan waktu minum Anda seperti halnya Anda merencanakan waktu makan. Cukupi asupan cairan tubuh dengan minum delapan gelas air sehari. Untuk membuat air putih lebih menarik, tambahkan irisan lemon atau jeruk. Tingkatkan asupan air Anda dengan makan lebih banyak sup, buah-buahan dan sayuran segar.

4. Diabetes

Orang yang mengidap diabetes umumnya sering merasa cepat lelah atau capek. Kenapa? Karena ketika gula darah tinggi, glukosa secara otomatis akan dibuang dari tubuh melalui urin. Akibatnya, sel-sel tubuh kekurangan energi yang membuatnya tidak bekerja dengan baik.

Sering buang air kecil juga salah satu kondisi umum yang sering dialami pasien dengan diabetes. Intensitas berkemih yang tinggi di malam hari membuat aktivitas tidur terganggu, sehingga membuat tubuh mudah lelah.

Cara mengatasi: Pada dasarnya diabetesi dapat mengonsumsi segala makanan seperti orang lain, tetapi harus dibatasi yang mengandung gula, lemak, dan garam tinggi. Penting bagi pasien diabetes untuk memeriksa kadar gula darahnya secara teratur. Jaga asupan makanan Anda, berolahraga secara teratur, dan menjalani diet yang tepat. Mulailah untuk menurunkan berat badan berlebih dan jauhi konsumsi minuman bersoda.

JANGAN LUPA MINUM GLUTERA L GLUTATHIONE DAN NITRIC OXIDE

Bisa diminum oleh pria dan juga wanita produk kami dari PT.Glutera Indonesia selain sebagai produk kecantikan, juga sangat efektif bagus sekali untuk kesehatan. Terutama tubuh anda yang mudah atau gampang capek. Cukup minum Nitric Oxide di pagi hari dan minum Glutera L Glutathione di malam hari. Lihat perbedaan esok hari badan anda akan lebih segar budar dari sebelumnya. Nutrisi dan kandungan pada produk Glutera berbahan herbal alami. Jadi sangat aman sekali jika dikonsumsi terus menerus.

Di mana pun anda berada, siap dikirim pesanan anda ke alamat rumah atau kantor anda. Kami bekerja sama dengan jasa pengiriman seperti Pos Indonesia, JNE, Tiki, J&T dan ekspedisi lainnya. Dijamin sampai ke tangan anda. Kami berada di surabaya yang sudah berjualan produk glutera sejak 2012 hingga saat ini. Jadi sangat terpercaya sekali melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.

Untuk memesan langsung saja klik di bawah ini dan ikuti cara pesannya:

 

 

Admin Website Produk PT.Glutera Indonesia Original

Sebenarnya Pria Butuh Banyak Antioksidan

Pria Butuh Banyak Antioksidan | Berdasar penelitian, para pria cenderung lebih rentan terhadap kecelakaan kerja maupun lalu lintas. Kaum pria juga lebih enggan melakukan pengobatan dibandingkan dengan wanita. Padahal, para pria saat ini layak dan wajib memperhatikan kesehatan dirinya.

Coba Anda bayangkan pandangan kepada para pengendara sepeta motor di jalan-jalan di kota besar. Di jalan-jalan protokol di Kota Jakarta, setidaknya pengendara sepeda motor pria dan wanita sekitar 20 berbanding 1. Sementara pejalan kaki, perbandingannya bisa mencapai 5 banding 1.
Begitupun di perkantoran, setidaknya perbandingan pria dan wanita yang merokok mencapai 20 banding 2. Memang angka ini hanya berdasarkan pengamatan. Namun, fakta ini setidaknya menunjukkan ada lebih banyak pria yang terpapar radikal bebas dibanding wanita.

Elektron liar dan reaktif yang dikenal sebagai radikal bebas itu berupa – rupa wujudnya. Bisa berwajah asap rokok, asap kendaraan bermotor, olahraga yang berlebih, racun pada makanan berupa zat pengawet, pewarna, penyedap (monosodium glutamate), sinar ultraviolet dan banyak lagi.

CEGAH PENYAKIT KANKER PARU-PARU

Bak air terjun yang menggerojok tiada henti, radikal bebas menyerbu para pria yang saban hari aktif bergerak. Penangkal radikal bebas harus tersedia tiap saat karenanya. Pertahanan yang disebut antioksidan ini bisa diperoleh dari beragam sumber. Seperti sayur, buah, juga suplemen.
Pentingnya antioksidan untuk pria yang makin aktif dan kerap terpapar radikal bebas, diungkapkan oleh Dr. Lester Packer. Peneliti radikal bebas dan antioksidan pertama dari Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat ini menyimpulkan dalam laporan tahun 1991 di Amerika Journal of Clinical Nutrition. “Karena antioksidan vitamin E digunakan oleh jaringan tubuh selama berolahraga berat, kebutuhan vitamin E pun harus ditingkatkan selama latihan ketahanan tubuh,” kata Lester.

Penulis buku Antioxidant Revolution, Dr. Kenneth H. Cooper, menyatakan bahwa antioksidan jika dikonsumi dalam jumlah besar bisa melindungi perokok dari penyakit kanker paru-paru dan kerusakan akibat radikal bebas.

Telaah yang dilakukan Multiple Rish Intervention Trial Study yang berlangsung tahun 1973 sampai 1975 menjadi dasar pendapatnya. Penelitian ini mengukur kaitan antara kadar betakaroten dalam serum dan munculnya penyakit kanker paru-paru. Para peneliti menemukan kadar betakaroten dalam tubuh perokok yang mengidap kanker paru-paru secara nyata lebih rendah dibandingkan dengan perokok yang tidak mengidap penyakit kanker.

American Journal of Clinical Nutrition 1991 mengungkapkan penelitian yang dilakukan Anthony Diplock, yang menunjukkan bukti bahwa betakaroten secara nyata melindungi perokok dari kanker paru-paru. Meski begitu, pemilik Pusat Aerobik Cooper yang berdomisili di Dallas, AS, ini tetap menganjurkan agar perokok lebih baik menghentikan kebiasaannya merokok daripada bersusah payah menggunakan antioksidan.

TIGA KALI LIPAT LEBIH BANYAK MEMERLUKAN ANTIOKSIDAN

Para pria, dikatakan oleh Cooper, memerlukan lebih banyak vitamin terutama vitamin C daripada wanita. Beberapa telaah melaporkan bahwa pria memerlukan vitamin C lebih banyak karena tubuh pria rata-rata lebih besar dibandingkan wanita.

Journal of Clinical Nutrition tahun 1987 dan 1988 menyebutkan, pria perlu vitamin C dalam makanan tiga kali lebih banyak daripada wanita untuk mempertahanakan tingginya kadar vitamin ini dalam plasma. Dalam hubungannya dengan penyakit mata, katarak, laboratorium Penelitian Gizi dan Visual Pusat Penelitian Gizi Manusia USDA di Universitas Tufts mengemukakan bahwa untuk menunda mulainya katarak, pria harus makan lebih dari 500 mg vitamin C setiap hari, sementara wanita hanya 200 mg per hari.

Sebuah penelitian lain menegaskan bahwa suplementasi antioksidan dapat menurunkan risiko kanker pada pria, tetapi tidak untuk wanita. Demikian diungkapkan dalam artikel tanggal 22 november di The Archives of Internal Medicine. Menurut artikel ini, antioksidan termasuk betakaroten, asam askorbat, vitamin E, selenium, dan zinc mencegah efek merusak yang disebabkan molekul-molekul reaktif radikal bebas yang diproduksi oleh metabolisme tubuh. Penelitian ini juga menyatakan, diet rendah antioksidan bisa meningkatkan insiden penyakit kanker dan penyakit pembuluh darah jantung.

EFEKTIF LINDUNGI PRIA

Serge Hercberg, MD, Ph.D dari Institut National de la Sante et de la Recherche Medicale (INSERM) dan Unite de Survellance et d’Epidemiologie Nutritionnelle, Paris, Perancis dan koleganya menguji efikasi diet kombinasi antioksidan diantara 13.017 warga Perancis.

Ada 7.876 wanita dengan rentang usia antara 35-60 tahun dan 5.141 pria dengan rentang usia 45-60 tahun ikut dalam penelitian ini. Para partisipan secara acak diberi kapsul yang mengandung 120 mg asam askorbat, 30 mg vitamin E, 6 mg betakaroten, 100 mikrogram selenium dan 20 mg zinc, dan tentu saja ada yang diberi kapsul plasebo. Perkembangan mereka diamati selama 7,5 tahun.

Para peneliti menemukan tak ada perbedaan antara peserta yang mengonsumsi antioksidan maupun plasebo dalam kaitannya dengan kejadian penyakit kanker (4,1 persen kelompok mengonsumsi antioksidan dan 4,5 persen mengonsumsi plasebo) atau dalam kaitannya dengan penyakit kardiovaskular (2,1 persen mengonsumsi antioksidan dan 2,1 persen lain mengonsumsi plasebo) atau terjadinya kematian.

Namun, saat para peneliti memperhatikan kejadian kanker dikaitkan dengan jenis kelamin, mereka menemukan hasil menarik. Ternyata efek perlindungan antioksidan terhadap pria cukup berarti dibandingkan terhadap wanita. Kecenderungan yang sama juga terjadi pada rata-rata kematian. “Setelah 7,5 tahun, suplementasi antioksidan dosis rendah menurunkan insiden kanker secara total dan penyebab kematian para pria dan tidak pada wanita. Suplementasi mungkin efektif pada pria karena kadar antioksidan, terutama betakaroten, pada tubuh mereka memang rendah,” papar Serge.

Serge menyimpulkan hasil tadi mengindikasikan bahwa suplementasi nutrisi antioksidan kuat yang memadai dan seimbang seperti Glutathione, jelas melindungi pria dari penyakit kanker, diabetes dan paru-paru.

Apa Antioksidan terkuat saat ini ?
Glutera™ Glutathione Percursors adalah jawabannya.

Apa itu Glutera Gltathione? Simak penjelasannya klik di bawah ini:

 

Admin Website Resmi Penjualan Produk PT.Glutera Indonesia